mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara regional dan global dengan berbagai penemuan akademisi dan kegiatan penelitian


mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara regional dan global dengan berbagai penemuan akademisi dan kegiatan penelitian.
Berikut ini adalah catatan peringkat UI sejak tujuh tahun belakangan ini yang dirilis oleh QS World University Rangking (QS-WUR)
Beberapa bentuk partisipasi dan jalinan kerjasama internasional dilakukan oleh Universitas Indonesia sebagai upaya mewujudkan peran strategisnya di kancah internasional. UI GreenMetric World University Rangkings (Global Partnerships for a Sustainable Future) adalah salah satu bentuk partisipasi UI pada skala internasional dalam berkontribusi terhadap lingkungan hidup, dalam hal ini terwujud melalui pengaturan dan infrastruktur kampus. Tujuannya adalah untuk mengatasi permasalahan ekologi seperti: perubahan iklim, yang mana dampaknya akan bersentuhan dengan aspek sosial dan kebudayaan. Salah satu indikator pemeringkatan ini adalah menunjukkan apakah kampus layak disebut Kampus Hijau (GreenMetric). Tujuan pemeringkatan ini adalah untuk memicu partisipasi masyarakat dunia (khususnya perguruan tinggi) agar dapat memberi lebih banyak ruang bagi kehijauan serta menjaga lingkungan hidup, dan pengembangan energi secara berkelanjutan. Pemeringkatan ini memfokuskan perhatian universitas dunia terhadap penggunaan energi dan isu perubahan iklim. Dan untuk yang kedua kalinya UI menyelenggarakan Proceedings of International Workshop on UI GreenMetric 2016, setelah sukses menyelenggarakan Workshop pertamanya di Tahun 2013 lalu. Pada Tahun yang sama pula, UI menyelenggarakan “the 1st Asean Research Symposium 2016: Asian Role in Suistainable World Development ” diselenggarakan oleh UI pada Tanggal 25 – 27 April 2016 lalu. Berbagai gelaran konferensi ilmiah internasional serta simposium juga dilakukan oleh Universitas Indonesia. Universitas Indonesia adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan bangsa Indonesia, sebagaimana tekad UI yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP UI) berikut ini:
Universitas Indonesia (UI) sebagai lembaga Perguruan Tinggi yang unggul dan diakui secara internasional, serta untuk menjunjung tinggi nama Indonesia yang disandangnya, Universitas Indonesia berkomitmen untuk menjadi Guru Bangsa. UI menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat martabat dan kekayaan budaya bangsa, serta menyelesaikan masalah dan tantangan pada tingkat nasional maupun global. UI tampil sebagai Agen Perubahan (agent of changes) untuk membangun peradaban.

Sebagai perguruan tinggi yang berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN), berdasarkan Peraturan Pemerintah No.152/2000, Universitas Indonesia (UI) memiliki kesempatan berperan strategis dalam menempatkan bangsa dan negara Indonesia dalam konteks percaturan dan peradaban dunia. Termaksud berkontribusi dalam inovasi dan pengembangan Iptek di tingkat regional maupun global. Sebagaimana visi UI yang tertuang dalam renstra UI periode 2015-2019 yakni mewujudkan Universitas Indonesia yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan sebagai solusi masalah nasional dan global. UI juga dituntut untuk berperan aktif dalam berkontribusi tidak hanya kepada negara dan bangsa Indonesia tapi juga peradaban dunia dan kemanusiaan. Sehingga Universitas Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademikanya, tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa indonesia.
Diketahui, Universitas Indonesia telah memiliki publikasi penelitian di Scopus sejak tahun 1949. UI banyak berkolaborasi dengan lembaga di dalam dan luar negeri antara lain yang paling banyak adalah dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Leiden University Medical Center. Sementara kolaborasi dengan negara lain paling banyak dengan Jepang, Amerika Serikat dan Australia. Jumlah publikasi internasional Universitas Indonesia sejak Tahun 1949 sampai dengan 29 Mei 2016 adalah sebanyak 4.597 dokumen. Dengan rata-rata pertumbuhan (5 tahun terakhir) 24,57%. Sementara, bidang ilmu publikasi Universitas Indonesia yang paling produktif sampai dengan saat ini, antara-lain: Medicine (21,95%); Engineering (14,7%); Computer Science(10,23%); Physics and Astronomy (6,32%); Social Sciences (5,86%). International Journal of Technology dan Medical Journal of Indonesia adalah dua diantara jurnal UI yang bereputasi internasional terindeks di Scopus.
Universitas Indonesia melalui kegiatan risetnya memiliki visi untuk mewujudkan Universitas Indonesia yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan sebagai solusi masalah nasional dan global melalui penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Beberapa kebijakan telah di rancang UI, diantaranya adalah Kebijakan Riset Universitas Indonesia diatur dalam Keputusan Majelis Wali Amanat UI No.004/Peraturan/MWA-UI/2015 tentang Kebijakan Riset Universitas Indonesia, pada Bagian Kedua (pasal 20 s/d 21 mengenai penelitian dan inovasi), Bagian Ketiga (Pasal 22 s/d 24 mengenai Pengabdian dan Pelayanan Kepada Masyarakat), dan Bagian Ketiga (Pasal 25 s/d 26 mengenai Sistem Penjaminan Mutu Akademik, BPM dan UPMA).
Sejalan dengan visi UI, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) mengusung visi mewujudkan Universitas Indonesia yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan sebagai solusi masalah nasional dan global melalui penguatan riset dan pengabdian masyarakat. DRPM dalam hal ini berperan membantu Rektor dan Wakil Rektor III (bidang Inovasi Riset) terus menempuh langkah strategi guna peningkatan kualitas dan kuantitas riset yang baru. Kebijakan dan program baru yang lebih inovatif diciptakan guna meningkatkan gairah periset UI dalam budaya riset yang lebih baik. Beberapa program tersebut diantaranya adalah Hibah Publikasi Internasional Terindeks untuk Tugas Akhir mahasiswa UI (Hibah PITTA), Hibah Kompetensi Tahun 2016, Konferensi Internasional dan Undergraduate Symposium, Internasionalisasi Pengelolaan Jurnal UI, juga program-program Pengabdian Masyarakat yang dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban UI sesuai Tridharma Perguruan Tinggi. Program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia, saat ini menerapkan paradigma baru dengan membangun tradisi kebersamaan dalam menyelesaikan masalah dengan pemerintah daerah/pusat dan industri/NGO.
Sementara itu, dari hasil wawancara dengan Kasub Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Riset Plt. Direktur DRPM UI periode Tahun 2015/ 2016 disebutkan sebagai berikut:
DRPM dalam hal ini bertugas membantu Rektor dan Wakil Rektor III (bidang Inovasi Riset). DRPM terus-menerus menempuh upaya strategis, melalui kebijakan dan program-programnya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset di lingkungan UI. Kebijakan dan program baru yang lebih inovatif senantiasa diciptakan guna meningkatkan gairah periset UI . Sasaran maupun prioritas yang terus diupayakan secara signifikan oleh oleh DRPM UI adalah peningkatan publikasi ilmiah internasional. Dalam skala nasional posisi pemeringkatan UI secara signifikan menduduki peringkat pertama dan atau kedua besar. Yang mana sejak Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015 jumlah publikasi internasional UI di Scopus terus menerus mengalami peningkatan secara fluktuatif signifikan (meski di Tahun 2014 terjadi penurunan), tetapi di berikutnya di tahun 2015 terjadi kenaikan yang cukup signifikan*

No. Tahun Jumlah
1 2011 311
2 2012 415
3 2013 518
4 2014 482
5 2015 558

*Gambaran publikasi Internasional UI di Scopus

Beberapa kebijakan dan program telah dilaksanakan oleh UI dalam hal ini DRPM untuk ‘menstimulasi’ aktifitas riset dikalangan internal kampus UI, baik secara kualitas maupun kuantitas. DRPM dalam hal ini juga memberikan perhatian untuk terus menstimulasi kegiatan penelitian para dosen, peneliti dan mahasiswa program doktor. Berbagai cara diupayakan oleh DRPM antara-lain dengan mendorong kuantitas seminar-seminar internasional yang meilibatkan mahasiswa dari mulai jenjang diploma, sarjana, maupun pasca sarjana. Beberapa program tersebut diantaranya adalah Hibah Publikasi Internasional Terindeks untuk Tugas Akhir mahasiswa UI (Hibah PITTA), Hibah Kompetensi Tahun 2016, Konferensi Internasional dan Undergraduate Symposium, Internasionalisasi Pengelolaan Jurnal UI. Dengan program-program tersebut serta kerja keras dan evaluasi yang berkesinambungan oleh semua pihak, diharapkan UI mampu menunjukkan posisi yang semakin solid sebagai Universitas Riset terdepan di tingkat nasional, regional, maupun internasional. UI senantiasa mengkonsilidasi dan menata potensi yang dimiliki secara sistemik melalui strategi pengembangan penelitian yang berorientasi pada riset berstandar internasional, termaksud penyelenggaraan konferensi internasional di UI sebagai media sharing hasil penelitian tingkat internasional juga menambah kuantitas/kualitas publikasi ilmiah internasional UI.

Dengan demikian, melihat fakta, fenomena, serta permasalahan di lapangan sebagaimana penjelasan di atas, maka implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional di Universitas Indonesia menjadi hal penting untuk dievaluasi dan dianalisis hasilnya. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan masing-masing komponen kebijakan dalam mendukung pencapaian tujuannya, serta menganalisis kontribusinya terhadap perkembangan iptek di Indonesia.

B. Fokus dan Sub-Fokus Penelitian
Berdasarkan latar-belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini
difokuskan pada Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Implementasi Kebijakan Manajemen Mutu Riset Internasional Universitas Indonesia dan Menganalisis Kontribusinya Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia.
Dengan sub-fokus sebagai berikut:
1. Kondisi awal lingkungan substansi kebijakan (policy content) manajemen mutu riset internasional (efektivitas dan efisiensi). Kriterianya adalah ketersediaan dan keterlaksanaan persyaratan dalam mengimplementasikan kebijakan manajemen mutu riset internasional, meliputi: landasan filosofis dan yuridis kebijakan, visi misi tujuan kebijakan, organisasi, pelaksana kebijakan, dukungan manajemen/pimpinan, dan lainnya. Keterangan rinci dapat dilihat pada kriteria evaluasi (Bab II) dan kisi-kisi instrumen (Bab III).
2. Proses implementasi kebijakan (policy process) manajemen mutu riset
Internasional (efektivitas dan efisiensi). Kriterianya adalah pelaksanaan atas perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, dan evaluasi atas hasil masing-masing kegiatan berdasarkan aspek dari proses implementasi kebijakan di atas. Keterangan rinci dapat dilihat pada kriteria evaluasi (Bab II) dan kisi-kisi instrumen (Bab III).
3. Hasil dan analisis implementasi kebijakan (policy outcome and analysis) manajemen mutu riset internasional. Yakni meliputi evaluasi dan analisis atas keseluruhan hasil pelaksanaan riset internasional UI, antara-lain meliputi: hasil pelaksanaan kebijakan manajemen mutu riset internasional UI, responsivitas, serta penguatan dan perbaikan budaya riset berkelanjutan. Dan menganalisis hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI terhadap perkembangan Iptek di Indonesia, antara-lain: kekuatan daya saing riset internasional, kontribusi riset internasionalterhadap daya saing bangsa, kemitraan dan inovasi bersama dalam tataran internasional (analisis menggunakan alat indikator SWOT/SWOC). Keterangan rinci dapat dilihat pada kriteria evaluasi (Bab II) dan kisi-kisi instrumen (Bab III).

C. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang, tujuan penelitian, serta fokus dan sub-fokus yang telah diuraikan, maka rumusan pemasalahan penelitian ini ditentukan sebagai berikut:
1. Bagaimana kondisi awal lingkungan substansi kebijakan (policy content) manajemen mutu riset internasional (tingkat efektivitas dan efisiensi)?
2. Bagaimana proses implementasi kebijakan (policy process) manajemen mutu riset internasional (tingkat efektivitas dan efisiensi)?
3. Bagaimana hasil implementasi kebijakan (policy outcome and analysis) manajemen mutu riset internasional (menggunakan sejumlah kriteria evaluasi Dunn, berikut: tingkat efektifitas–efisiensi–kecukupan–kesamaan–responsivitas–ketepatan kriteria)? Dan menganalisis kontribusi dari hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI terhadap perkembangan Iptek di Indonesia (analisis menggunakan alat indikator SWOT/SWOC). Dengan kriteria sebagai berikut:
a. Kekuatan daya saing riset internasional perguruan tinggi, hal ini tergambar dari/indikator: kuantitas dan kualitas luaran penelitian di tingkat internasional.
b. Kontribusi riset internasional perguruan tinggi terhadap daya saing bangsa, khususnya industri di Indonesia yang berbasis kreatifitas hasil riset dan inovasi, prototipe. Dengan indikator keluaran (outcome): publikasi terindeks global dan paten riset.
c. Kemitraan dan inovasi bersama perguruan tinggi kedalam tataran internasional, guna memperkuat ilmu dan teknologi (iptek) dalam menunjang pembangunan ekonomi dan pengembangan sistem riset inovasi di Indonesima. Meliputi/indikator: kerjasama riset dengan lembaga sponsor/donor nasional dan internasional, sering disebut dengan funds sponsorship.
d. Kolaborasi antara dunia akademis, pelaku usaha, dan pemerintah guna bersinergi dalam pembangunan ekonomi bangsa yang tangguh dan mandiri. Meliputi/indikator: mengembangkan iptek dalam tiga komponen terkait (triple helix) yaitu akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dua manfaat, yakni manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam hal:
a. Membuktikan secara empiris tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kebijakan manajemen mutu riset internasional di perguruan tinggi dalam konteks evaluasi dan analisis hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI terhadap perkembangan iptek di Indonesia.
b. Menambah khasanah ilmu dan pengetahuan bagi perumus, pengambil, dan pelaksana kebijakan manajemen mutu riset internasional di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai prototype bagi manajemen PT lainnya baik yang memiliki karakter relatif sama dengan organisasi dalam penelitian ataupun berbeda, sebagai salah-satu upaya memperbaiki kebijakan manajemen mutu riset internasional di organisasinya atau sebagai acuan dalam merancang dan menganalisis hasil kebijakan manajemen mutu riset internasional.
c. Dalam tataran pengembangan ilmu, dapat dimanfaatkan sebagai sumbangan referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji kebijakan-kebijakan pemerintah (public policy) di bidang pendidikan khususnya dan di bidang manajemen mutu riset (quality management research’s) dan manajemen strategis (strategic management) pada umumnya.
Dalam tataran praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi stakeholders dan pihak-pihak yang terkait secara langsung dengan pengelolaan manajemen mutu riset internasional dalam mengimplementasikan kebijakan sesuai dengan fungsi, peran, dan tugasnya masing-masing. Sebagai masukan, antara-lain:
a. Direktorat Teknis pada Kantor Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, khususnya Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, dipertimbangkan dalam menentukan kerangka kebijakan manajemen mutu riset internasional perguruan tinggi.
b. Pimpinan UI, baik tingkat institusi, direktorat, fakultas, maupun unit kerja, sebagai salah satu acuan empiris dalam merumuskan kebijakan manajemen mutu riset Internasional.
c. Pimpinan Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis terkait kebijakan pengelolaan mutu riset internasional sebagai upaya dalam berkontribusi terhadap pengembangan iptek di Indonesia.
d. Bentuk kontribusi bagi almamater dalam pengembangan Ilmu Manajemen Pendidikan, Evaluasi Kebijakan, khususnya aspek Kebijakan dan Manajemen Mutu, dan Riset Internasional.